Selasa, 04 Februari 2014

Visi dan Misi Program Penjaminan Mutu Radiologi



Visi  memberi kerangka kerja yang menuntun suatu nilai dan kepercayaan organisasi. Pernyataan  visi dan misi  dari suatu organisasi  memainkan peranan penting dalam strategi  pengembangan kualitas. Visi dan Misi memberikan identitas organisasi  dan pemahaman terhadap arah yang ingin dicapai.
a.    Visi
Visi merupakan gambaran ideal yang ingin dicapai oleh organisasi dimasa yang akan datang dan tidak sama dengan perkiraan. Suatu pernyataan visi merupakan pernyataan  yang mendefinisikan apa yang diinginkan organisasi di masa yang akan datang. Suatu pernyataan visi yang didefinisikan  secara baik dan didokumentasikan  akan memberikan pemahaman  yang stabil tentang arah petunjuk bagi organisasi untuk berjalan dari waktu ke waktu melalui sejumlah perubahan  yang dilakukan agar  membuat visi organisasi itu  menjadi suatu kenyataan. Visi organisasi adalah suatu keadaan sempurna atau ideal  yang diinginkan dimasa yang akan datang, meskipun tidak akan pernah tercapai, tetapi orang-orang dalam organisasi tersebut  tidak akan pernah berhenti untuk mencapainya.
Berdasarkan uraian diatas, perenyataan visi organisasi harus memperhatikan hal-hal berikut :
§  Singkat, sederhana dan jelas
§  Menarik, mudah diingat
§  Sesuai dengan nilai-nilai organisasi
§  Terkait dengan kebutuhan pelanggan
§  Bersifat mendorong (melibatkan ) orang-orang untuk melaksanakannya
§  Inspirasional dan menantang
§  Memberikan arah dimasa yang akan datang
§  Tidak memiliki batas waktu
Contoh pernyataan visi  organisasi yang secara eksplisit memfokuskan pada kualitas produk : Ray Kroc, pendidri Mc Donald, yaitu : ” Kualitas, Pelayanan, Bersih , Nilai ” , contoh lain : ” Pelayanan prima denganbiaya terjangkau”. Perumusan visi kualitas dalam pelayanan radiologi  sebaiknya selalui mencakup aspek 3 D sebagaimana telah diuraikan diatas.
b.    Misi
Misi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang dapat ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang dapat diperoleh, serta aspirasi dan cita-cita di masa depan (Kotler et al., 1987). Dari pengertian tersebut terdapat lima unsur penting yang harus diingat dalam merumuskan misi, yaitu :
§  Produk apa atau pelayanan apa yang akan ditawarkan, misalnya pelayanan radiologi
§  Apakah produk atau pelayanan yang ditawarkan mampu memenuhi kebutuhan atau bahkan dicari karena selama ini belum tersedia, misalnya pelayanan CT Scan Multi Slice, dan sebagainya
§  Harus secara tegas menyatakan kelompok masyarakat tertentu. Misalnya : melayani pemeriksaan Angiocardiografi dan Kateterisasi jantung masyarakat Semarang, dan sebagainya.
§  Bagaimana kualitas barang atau pelayanan yang hendak ditawarkan. Misalnya Pelayanan pemeriksaan CT Scan dengan peralatan generasi mutakhir.
§  Aspirasi apa yang diinginkan di masa yang akan datang. Keuntungan apa yang dapat diperoleh masyarakat dengan produk atau pelayanan itu, akan lebih sehat, lebih berbobot dan sebagainya.
Perumusan Visi dan Misi merupakan pekerjaan yang tidak ringan. Visi dan Misi hendaknya dirumuskan oleh satu kelompok dan bukan satu orang. Pertanyaan-pertanyan disiapkan dalam satu formulir untuk dijawab, misalnya : Siapakah kita ? Kebutuhan-kebutuhan pemerksaan radiologi bagi masyarakat? Apa yang dapat kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut? Apakah falsafah dan nilai-nilai hakiki kita ? Apa yang membuat kita khas dan unik? dan sebagainya.
                 Peran, fungsi dan kedudukan Program Jaminan Mutu dalam Pelayanan Radiologi
Penjaminan kualitas dalam pelayanan radiologi dilaksanakan dengan program yang diorganisasikan untuk meningkatkan pelayanan pasien melalui penilaian obyektif  pelayanan pasien dan koreksi terhadap masalah-masalah yang dapat teridentifikasi. Hal ini merupakan suatu sistem menyeluruh yang memantau permintaan-permintaan pemeriksaan oleh dokter pengirim, menegelola pemeriksaan yang diminta, dan interpretasi akhir dari hasil pemeriksaan.
   Penjaminan mutu dalam radiologi adalah area dimana  secara tradisional tanggung jawabnya ada pada radiolog, mereka menetapkan untuk kesesuaian pemeriksaan radiologi dan ketepatan interpretasi hasil pemeriksaan. Ketika peran radiolog menjadi berkurang dalam bidang administrasi bagian radiologi, sebagai kompensasinya  diserahkan  perannya kepada administrator radiologi, radiolog cenderung menjadi konsultas bagi para staf medik. Administrator radiologi bertanggung jawab untuk merancang  telaah kualitas dan menyusun program untuk memecahkan adanya inefisiensi dan praktek-praktek yang tidak sesuai. Oleh karena itu Penjaminan Kualitas dalam pelayanan radiologi harus mencakup :
 1. Penjaminan bahwa pemeriksaan radiologi yang diminta sesuai dengan manajemen masalah klinik dari pasien.
 2. Penjaminan bahwa pemeriksaan radiologi  dilaksanakan secara efisien untuk memberikan  informasi diagnostik yang maksimum  dengan paparan radiasi yang minimum
 3.Penjaminan bahwa konsultasi radiologik diinterpretasi secara tepat.

Tujuan program penjaminan  kualitas adalah mendeteksi perubahan-perubahan dalam setiap faktor yang memperngaruhi radiograf dan pelayanan yang diberikan bagian radiologi  sebelum perubahan-perubahan diatas mengurangi mutu pelayanan pasien. Program penjaminan kualitas menjamin kualitas  radiograf dan pelayanan radiologi, dengan paparan radiasi yang minimum. Biaya pelaksanaan  program penjaminan kulaitas  harus minimum dibandingkan  dengan manfaat  bagi pasien dan utilisasi waktu personel.
Dapat disimpulkan bahwa  peran, fungsi ataupun kedudukan Program penjaminan  kualitas dalam pelayanan radiologi adalah :
a)Mendefinisikan lebih jauh komitmen pelayanan radiologi terhadap program penjaminan kulitas secara komprehensif
b)      Mendorong dan menjaga peningkatan dalam kualitas  pelayanan radiologi dan performa personel  agar selalu bersikap dan bertidak biaya efektif
c)Menjamin bahwa persyaratan yang berhubungan dengan penjaminan kualitas rumah sakit dapat dilaksanakan oleh pelayanan radiologi
d)     Menjamin komunikasi  dan pelaporan  diantara personel-personel radiologi

KONSEP MUTU DAN PENJAMINAN MUTU DALAM PELAYANAN RADIOLOGI



Menurut pandangan tradisional oleh para pembuat produk (manufacturer) konsep mutu (kualitas) difokuskan kepada aktivitas inspeksi untuk mencegah lolosnya produk-produk cacat ketangan pelanggan. Aktivitas inspeksi  terhadap produk setelah produk itu selesai dibuat dengan jalan menyortir produk yang baik dari yang jelek, kemudian  mengerjakan ulang bagian-bagian produk  yang cacat. Kegiatan inspeksi ini dipandang dari perspektif sistem kualitas modern adalah sia-sia, karena tidak memberikan kontribusi kepada peningkatan kualitas (quality improvement).
Pada masa sekarang pengertian dari konsep kualitas adalah lebih luas daripada sekedar aktivitas inspeksi. Pengertian modern dari konsep kualitas adalah membangun sistem kualitas modern yang pada dasarnya dapat dicirikan oleh 5 (lima) karakteristik  berikut ini :
1.            Berorientasi kepada pelanggan. Produk (barang dan/atau jasa) didesain  sesuai keinginan pelanggan melalalui riset pasar, kemudian dproduksi (diproses dengan cara-cara yang baik dan benar, sehingga produk yang dihasilkan memenuhi spesifikasi  desain (memiliki derajat konformans yang tinggi), serta pada akhirnya memberikan pelayanan purna jual kepada pelanggan , Sistem kualitas modern menganut prinsip hubungan pemasok-pelanggan. Sebagai contoh, para manajer merupakan pelanggan dari sekretaris mereka, tetapi pada saat yang sama papara manajer juga merupakan pemasok bagi skretaris mereka.
2.            Partisipasi aktif yang dipimpin oleh manajemen puncak (top management).Jika tanggung jawab untuk kualitas didelegasikan kepada Bagian jaminan kualitas saja setiap orang dalam organisasi akan memiliki persepsi bahwa kualitas bukan merupakan perhatian kunci. Hal ini berdampak negatif secara psikologis, dimana keterlibatan secara totaldan aktif orang-orang dalam organisasimenjadi kurang.

3.            Pemahaman dari setiap orang terhadap tanggung jawab spesifik untuk kualitas. Meskipun kualitas mestinya merupakan tanggung jawab setiap orang, namun patut diketahui pula diketahui bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab yang berbeda dalam organisasi tergantung posisi dimana yang bersangkutan berada . Manajemen puncak harus menunjukkan komitmenn bahwa kualitas adalah teramat penting untuk memperhatikan kelangsungan hidup organisasi.
4.            Berorientasi kepada tindakan pencegahan kerusakan. Hal ini bahwa aktivitas kualitas tidak hanya berfokus untuk mendeteksi kerusakan saja. Kalau hal ini terjadi maka akan berarti terlalu mahal. Meskipun tetap menjadi persyaratan untuk melalkukan beberapa inspeksi singkat atau audit terhadap produk akhir, tetapi upaya aktivitas kualitas seharusnya lebih difokuskan pada tindakan pencegahan sebelum terjadinya kerusakan dengan jalan melaksanakan aktivitas secara baik dan benar pada waktu pertama kali mulai melaksanakan sesuatu aktivitas.
5.            Filosofi yang menganggap bahwa kualitas merupakan ”jalan hidup” (way of life). Isu-isu tentang kualitas selalu didiskusikan dalam pertemuan manajemen. Semua karyawan diberikan pelatihan  tentang konsep-konsep kualitas beserta metodanya. Setiap orang dalam organisasi secara sularela berpartisipasi dalam usaha-usaha peningkatan kualitas.
Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa pelaksanaan pengendalian kualitas secara terpadu memerlukan beberapa hal yang berkaitan dengan pengoperasian struktur kerja, pendokumentasian yang efektif, prosedur teknik dan manajerial yang terintegrasi, dimana semuanya akan dijadikan sebagai petunjuk dalam melaksanakan koordinasi terhadap tenaga kerja, alat-alat, informasi dan lainnya untuk memenuhi kepuasan pelanggan serta mampu menekan ongkos produksi sampai pada tingkat minimum.
Dalam tatanan organisasi pelayanan radiologi penjaminan mutu diterapkan melalui program  yang diorganisasikan untuk meningkatkan pelayanan pasien melalui penilaian obyektif pelayanan pasien dan koreksi terhadap masalah-masalah yang dapat diidentifikasi. Hal tersebut merupakan sistem menyeluruh yang memantau permintaan pemeriksaan radiologi oleh dokter pengirim, pengelolaan terhadap permintaan pemeriksaan dan hasil akhir interpretasi radiologik dari pemeriksaan.
Terdapat dua aspek dalam sistem kualitas dalam pelayanan radiologi yaitu : pengendalian kualitas ( quality control) dan penjaminan kualitas (quality assurance).Pengendalian kualitas menyangkut pengujian dan  pengukuran yang memantau parameter-parameter teknis dari pelayanan radiologi, sementara penjaminan kualitas adalah usaha-usaha terkoordinasi menggunakan data untuk memberikan gambaran kualitas pelayanan di bagian radiologi.
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) memberikan batasan penjaminan kulaitas dalam bidang radiologi diagnostik sebagai berikut :
”Usaha terorganisasi yang dilakukan oleh staf yang mengoperasikan untuk menjamin bahwa gambar diagnostik yang dihasilkan oleh fasilitas tersebut memiliki kualitas cukup tinggi sehingga dapat memberikan informasi diagnostik secara konsisten dengan biaya yang minimum dan dengan paparan radiasi sekecil mungkin yang diterima pasien”  
Jadi esensinya, sasaran program penjaminan mutu dalam pelayanan radiologi diagnostik adalah memantau performa dari seluruh komponen atau faktor yang dapat mempengaruhi kualitas gambar dan usha memperkecil adanya pemborosan film dalam bagian radiologi. Justifikasi riil dari upaya penjaminan kualitas dan pengendalian kualitas  adalah tertuju pada hasil yang diharapkan dapat dicapat yaitu yang dalam ungkapan internasional dikenal dengan 3 D ( Dose, Diagnosis, Dollars), yang maknanya dapat diuraikan sebagai berikut :
·               Dose (dosis), meminimalkan dosis radiasi terhadap pasien sehingga manfaat pemeriksaan dapat melebihi resiko. Sementara mengurangi dosis pasien berarti juga mengurangi dosis terhadap personel
·               Diagnosis, mengurangi dosis radiasi sembari menjaga dan meningkatkan kualitas gambar atau informasi diagnostik berarti telah mengoptimasi diagnosis atau dengan kata lain diagnosis dapat ditegakkan.
Dollars, dengan mengurangi jumlah pengulangan dalam pemotretan, utilisasi dari sumber daya dapat ditingkatkan dan pengurangan jumlah film dan bahan lainnya pada akhirnya mengurangi biaya pemeriksaan dan penghematan biaya.

Pencitraan yang menggunakan anestesi



Pencitraan yang menggunakan anestesi?

Beberapa pasien yang menjalani ujian imaging (MRI, misalnya) memerlukan obat penenang untuk membantu mereka tetap santai dan berbaring tak bergerak sehingga gambar yang jelas dapat diambil.
Obat penenang yang ditawarkan ke:
  • pasien yang sangat cemas, sakit, atau memiliki kelainan otot yang membuatnya sulit untuk berbaring diam atau tetap dalam posisi tertentu untuk jangka waktu
  • pasien yang mengalami rasa ditutup-in (claustrophobia) selama MRI atau CT scan
  • anak-anak yang tidak bisa tetap diam.
prosedur radiologis Intervensi, seperti angiografi , angioplasty , biopsi dan embolisasi prosedur, dapat menggunakan kedua suntikan bius lokal untuk mematikan rasa daerah kulit di mana jarum atau kateter akan disuntikkan, dan obat penenang untuk membantu tetap sabar dan tenang santai selama prosedur. Sometimes, a general anesthetic may be used. Kadang-kadang, anestesi umum dapat digunakan.

Bagaimana saya harus mempersiapkan tes radiologis saya atau pengobatan dengan anestesi?

Anda harus melaporkan kepada dokter semua obat yang kita pakai, termasuk suplemen herbal, dan jika Anda memiliki alergi, terutama untuk anestesi lokal obat-obatan, anestesi umum atau untuk bahan kontras (juga dikenal sebagai "pewarna" "x-ray dye atau" ). Dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk berhenti minum aspirin, obat anti inflamasi (NSAIDs) atau darah tipis untuk jangka waktu tertentu sebelum prosedur Anda.
Penting bagi Anda untuk berbagi dengan riwayat medis Anda dengan dokter Anda. Ini akan membantu dokter menentukan jenis dan jumlah obat bius digunakan. Juga menginformasikan dokter Anda tentang penyakit terbaru atau kondisi medis lainnya.
Sebelum prosedur Anda, darah Anda mungkin diuji untuk menentukan seberapa baik hati dan ginjal berfungsi dan apakah pembekuan darah Anda normal.
 Pemeriksaan fisik dan tes lain juga dapat dilakukan.
Wanita harus selalu memberitahu dokter mereka atau teknolog jika ada kemungkinan bahwa mereka sedang hamil atau jika mereka menyusui bayi mereka.
Lihat halaman Keselamatan untuk informasi lebih lanjut tentang kehamilan, menyusui dan pencitraan.
Anda mungkin diminta untuk tidak makan atau minum apa pun enam sampai delapan jam sebelum prosedur imaging dengan anestesi atau sedasi. Anak-anak juga akan diminta untuk tidak mengkonsumsi makanan atau minuman untuk jangka waktu tertentu sebelum anestesi atau sedasi. Jangka waktu untuk berpuasa mungkin berbeda berdasarkan prosedur, rumah sakit atau pedoman lembaga.
Anda mungkin diminta untuk menghapus beberapa atau semua pakaian Anda dan mengenakan gaun selama ujian. Anda mungkin juga diminta untuk melepaskan perhiasan, kacamata dan benda logam atau pakaian yang mungkin mengganggu gambar x-ray.
Anda harus berencana untuk memiliki keluarga atau teman drive pulang setelah prosedur Anda.
Setelah Anda menerima obat penenang atau anestesi, memori Anda mungkin terganggu dan kemampuan Anda untuk berkonsentrasi, membuat keputusan penting dan mengoperasikan mesin (seperti mobil) akan berkompromi.

Seberapa aman anestesi?

Secara umum, anestesi dan obat penenang yang aman bagi kebanyakan pasien.
Pasien dimonitor ketika menerima apapun anestesi, termasuk obat penenang.

Efek samping dan reaksi alergi yang merugikan

efek samping yang serius dari anestesi yang langka.
Setelah suntikan atau obat bius lokal anestesi regional , pasien dapat merasa mati rasa atau kesemutan di daerah yang bisa berlangsung selama beberapa hari. This reaction is rare. Reaksi ini jarang terjadi. Setelah suatu analgesia epidural , jenis anestesi regional, pasien mungkin mengalami sakit kepala.
komplikasi umum berikut obat penenang atau anestesi umum termasuk mual, muntah, reaksi alergi ringan, pusing, sakit kepala, sakit tenggorokan, perubahan tekanan darah, dan nyeri. Ini biasanya ringan dan mudah diobati dengan obat-obatan.
Beberapa pasien, baik orang dewasa dan anak-anak, tidak mungkin mencapai sedasi yang memadai dan nyeri dengan administrasi obat penenang dan mungkin memerlukan prosedur yang akan dijadwal ulang dengan anestesi umum.
komplikasi serius lainnya, yang jarang terjadi, termasuk reaksi alergi, stroke dan serangan jantung.
Pasien lebih mungkin untuk mengembangkan masalah karena anestesi meliputi mereka yang:
  • riwayat penyakit jantung bawaan
  • asam dan makanan kembali ke mulut Anda setelah konsumsi
  • reaktif penyakit saluran napas
  • meningkatkan tekanan intrakranial
  • sebuah jalan napas abnormal
  • gangguan kejang
  • masalah jantung
  • masalah tidur seperti kondisi yang disebut Obstructive Sleep Apnea (gangguan pernapasan saat tidur)
Sebelum menerima anestesi, jenis berikut pasien memerlukan perhatian khusus dan persiapan:
  • pasien hamil
  • anak-anak
  • orang dewasa yang lebih tua
  • pasien dengan gangguan herediter seperti diabetes, cystic fibrosis dan anemia sel sabit.
Hal ini terutama penting bagi individu-individu ini memberikan daftar menyeluruh dan terperinci dari semua obat diminum secara teratur dan riwayat medis yang lengkap sehingga dokter dapat menentukan jenis dan jumlah obat bius digunakan.

Apa anestesi dan bagaimana cara kerjanya?



Anestesi melibatkan penggunaan obat ( anestesi ) yang menyebabkan kerugian atau penurunan sensasi. Obat ini digunakan untuk membantu pasien mentolerir dan bedah prosedur medis yang lebih baik.
Ada berbagai kategori anestesi:

• Lokal anestesi

Anestesi lokal tidak membuat pasien jatuh tertidur, namun, bius lokal dapat digunakan bersama dengan administrasi suatu obat penenang obat untuk membuat pasien merasa mengantuk dan lebih nyaman selama prosedur medis.
anestesi lokal bekerja dengan memblokir sinyal-sinyal listrik, disebut impuls, bahwa sensasi rasa sakit transfer melalui saraf sensori ke wilayah yang ditargetkan tubuh.
anestesi lokal akan diberikan dalam beberapa cara, termasuk:
  • Topical anestesi: diterapkan pada permukaan kulit dalam bentuk krim atau tertanam dalam patch perekat (seperti SYNERA ®).
  • anestesi: melibatkan injeksi obat melalui kateter ditempatkan ke dalam ruang epidural. injeksi dapat menyebabkan keduanya kehilangan sensasi ( anestesi ) dan hilangnya rasa sakit (analgesia) dengan menghambat transmisi sinyal melalui saraf di dalam atau dekat sumsum tulang belakang. Sebuah epidural biasanya digunakan untuk menghambat rasa nyeri dari pinggang ke kaki, sehingga prosedur yang akan dilakukan pada perut, pinggul atau kaki.
  • Spinal anestesi (blok subarakhnoid): melibatkan suntikan bius lokal ke dalam ruang penuh cairan yang mengelilingi sumsum tulang belakang.

• General anestesi

anestesi umum mempengaruhi sumsum tulang belakang, menyebabkan relaksasi otot, dan daerah tertentu otak, menyebabkan ketidaksadaran. Ada berbagai obat yang digunakan dalam anestesi, masing-masing dengan potensi sendiri, efek dan durasi.. Kadang-kadang beberapa obat diberikan kepada pasien untuk mencapai efek yang diinginkan.
Anestesi umum biasanya dicapai dengan pemberian gas anestesi dengan inhalasi. Seorang pasien dengan anestesi umum biasanya tidak memiliki memori menjalani prosedur medis.
Seorang pasien dengan anestesi umum berada di bawah perawatan langsung dari suatu anestesi atau perawat anestesi. Seorang ahli anestesi adalah seorang dokter yang telah menyelesaikan tiga tahun dari pelatihan khusus dalam anestesi setelah sekolah kedokteran. Secara umum, pasien yang berada di bawah anestesi umum tidak dapat bernapas sendiri dan memerlukan mesin pernapasan disebut ventilator anestesi. Mungkin perlu untuk memasukkan tabung pernapasan (tabung endotrakeal) atau bentuk lain dari perangkat napas ke pasien untuk memfasilitasi bernapas. pembius terus memonitor semua fungsi tubuh termasuk pernapasan, suhu, tekanan darah dan denyut jantung saat pasien berada di bawah anestesi umum.

• Sedasi

Sedatif adalah obat yang mengubah negara kesadaran pasien untuk mengurangi nyeri, kecemasan dan ketidaknyamanan. Obat penenang, yang biasanya diberikan melalui pembuluh darah melalui kateter intravena (IV), memiliki efek menenangkan. Seorang pasien yang telah mengambil obat penenang tidak akan sadar tetapi mungkin jatuh tertidur untuk jangka waktu dan mungkin mengalami amnesia beberapa untuk peristiwa yang terjadi setelah menerima obat.. Seorang pasien dibius mungkin atau mungkin tidak ingat prosedur medis.
Tujuan dari sedasi tidak membuat pasien sepenuhnya sadar melainkan untuk mencapai suatu kondisi yang santai selama setiap prosedur menyakitkan adalah ditoleransi bebas rasa sakit.
Ada dua tingkat sedasi:
  • Minimal dan Sedang Sedasi : Seorang pasien akan merasa santai dan dalam beberapa kasus, mungkin "terjaga." Pada tingkat sedasi, pasien akan menanggapi rangsangan verbal, akan dapat merespon dengan tepat ketika disentuh, dan mampu mengikuti petunjuk dokter. Pasien bawah sedasi dapat bernapas sendiri. Kedua ahli anestesi dan anestesi yang memenuhi syarat non-profesional kesehatan dapat mengatur tingkat-tingkat sedasi.
  • sedasi Deep : Di bawah sedasi yang dalam, pasien biasanya akan tidur dan tetap tidur sampai obat habis. Mereka biasanya akan memiliki memori sedikit atau bahkan tidak menjalani prosedur medis. sangat dibius, pasien dapat diberikan oksigen. Deep sedasi biasanya diberikan oleh ahli anestesi atau perawat anestesi. Dalam beberapa keadaan sedasi dalam bisa diberikan oleh penyedia perawatan kesehatan lainnya (dokter atau perawat) yang sesuai kualifikasi dan terpercaya.
Pasien dapat mencapai keadaan sedasi melalui cara-cara non-farmakologis dengan bimbingan atau relaksasi self-hypnosis. Radiologi khusus terlatih atau tenaga medis lainnya panduan pasien untuk bersantai, mengatasi kecemasan mereka, dan mengurangi persepsi rasa sakit mereka. Hal ini dapat dilakukan selain menerima obat penenang.