Jumat, 07 Februari 2014

TERMINOLOGI PROTEKSI RADIASI



         Zat radioaktif : setiap zat yang mengandung satu atau lebih radionuklida.

      Tenaga Nuklir adalah  tenaga dalam bentuk apapun yang dibebaskan dalam proses transformasi inti, termasuk tenaga yang berasal dari sumber radiasi pengion.

        Upaya pemberian radiasi : mencakup upaya pemberian perlindungan bagi seseorang, keturunannya dan masyarakat umum terhadap kerugian radiasi pengion sambil mengambil manfaat dari pemakainya.

         Dosis penyinaran akut : Dosis yang diterima sekaligus pada laju dosis tinggi
    Proteksi Radiasi atau Keselamatan Radiasi : adalah suatu ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan teknik kesehatan lingkungan yaitu tentang proteksi yang perlu diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang terhadap kemungkinan diperolehnya akibat negatif dari radiasi pengion.

     Proteksi Radiasi Operational : Upaya proteksi radiasi dengan cara menerapkan teknologi dan prosedur kerja dengan maksud untuk mengurangi penerimaan dosis radiasi pada personil dan masyarakat.
    Radiasi Pengion; Radiasi elektromagnetik atau partikel yang mampu menghasilkan ion-ion, sepanjang lintasan di dalam bahan (sinar alfa, sinar beta, sinar gamma, sinar x, neutron )
     Dosis penyinaran kronis : Dosis yang diterima dengan cara sedikit demi sedikit pada laju dosis rendah.
         Faktor kualitas (Q) : suatu fungsi alih energi linier yang digunakan untuk memberi bobot pada dosis serap sehingga dapat menunjukan peranannya dalam proteksi radiasi.
         Penyinaran : setiap penyinaran terhadap personil yang berasal dari radiasi pengion
         Penyinaran eksterna, yaitu penyinaran yang disebabkan oleh sumber di luar tubuh.
         Penyinaran interna, yaitu penyinaran yang disebabkan oleh sumber di dalam tubuh
         Penyinaran total, yaitu jumlah penyinaran eksterna dan interna.

        Penyinaran secara terus-menerus ; penyinaran eksterna yang terjadi dalam jangka waktu panjang yang intensitasnya dapat bervariasi dengan waktu, atau penyinaran interna yang diakibatkan masuknya zat radioaktif ke dalam tubuh walaupun jumlahnya dapat bervariasi dengan waktu.

     Penyinaran tunggal ; Penyinaran eksterna dalam jangka waktu pendek, penyinaran interna yang diakibatkan masuknya zat radio aktif ke dalam tubuh dalam jangka waktu  pendek.
         Penyinaran seluruh tubuh : Penyinaran seluruh tubuh yang dianggap secara merata.

      Penyinaran lokal : Penyinaran yang sebagian terbesar mengenai suatu bagian tubuh, atau satu organ/ jaringan tubuh atau lebih yang tidak merata ke seluruh tubuh.

      Penyinaran alam : Penyinaran yang berasal dari bumi atau angkasa luar yang tingkat peanyinarannya tidak bertambah secara berarti oleh adanya campur tangan manusia.

         Penyinaran khusus di rencanakan : Penyinaran yang dapat melebihi NBD untuk pekerja radiasi, yang secara khusus dibolehkan untuk diterima dalam situasi tertentu dalam operasi normal, apabila alternatif lain secara teknis yang tidak mengakibatkan penyinaran lebih tersebut tidak dapat digunakan.
         Penyinaran dalam keadaan darurat ; Penyinaran yang dapat dibenarkan diterima dalam keadaan darurat, dengan maksud untuk memberi pertolongan seorang yang terancam keselamatannya, mencegah terjadinya penyinaran terhadap sejumlah besar orang, atau penyelamatan instalasi beharga, dimana salah satu NBD untuk pekerja radiasi dilampaui, dan batas penyinaran khusus yang direncanakan mungkin juga terlampaui. Penyinaran tersebut hanya dibolehkan untuk para sukarelawan.
      Penyinaran akibat kecelakaan ; Penyinaran diterima secara tidak disengaja dan dapat melebihi salah satu NBD untuk pekerja radiasi.
      Kontaminasi radioaktif ; Pencemaran zat radioaktif pada setiap barang, permukaan atau lingkungan atau pada manusia baik kontaminasi kulit secara eksterna maupun kontaminasi interna, tanpa memperhatikan cara masuknya.
   Petugas Proteksi Radiasi adalah Petugas yang ditunjuk oleh Pengusaha Instalansi nuklir atau instalansi radiasi pengion  dan oleh Badan Pengawas dinyatakan mampu melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan proteksi radiasi.
       Pekerja Radiasi  adalah Setiap orang yang bekerja di instalansi yang diperkirakan menerima dosis radiasi tahunan melebihi dosis untuk masyarakat umum.
         Anggota Masyarakat ; individu di dalam masyarakat, tidak termasuk pekerja
         Sumber : alat atau zat yang dapat memancarkan radiasi pengion.
    Sumber terbungkus : Zat yang terdiri dari radioaktif dan tearbungkas rapat oleh bahan tidak radioaktif, atau yang terbungkus dalam suatu kontainer yang cukup kuat sehingga mampu mencegah terjadinya penyebaran zat radioaktif.
    Sumber terbuka : sumber yang bukan merupakan sumber terbungkus dan yang dalam keadaan normal dapat menyebabkan kontaminasi.
   Penyinaran alam :  Semua penyinaran yang berasal dari bumi atau angkasa luar yang tingkat penyinarannya tidak bertambah secara berarti oleh adanya campur tangan manusia
      Kecelakaan adalah Suatu kejadian yang tidak direncanakan termasuk kesalahan operasi, kerusakan  ataupun kegagalan fungsi alat atau kejadian lain yang menjurus timbulnya dampak radiasi, kondisi paparan radiasi dan atau kontamisasi yang melampaui batas keselamatan.
     Nilai Batas Dosis (NBD) : Dosis terbesar yang diizinkan oleh Badan Pengawas yang dapat diterima oleh pekerja radiasi dan anggota masyarakat dalam jangka waktu tertentu tanpa menimbulkan efek genetic dan somatic yang berarti (fatal) akibat pemanfataan tenaga nuklir.

Definisi kontras media




1.    Definisi kontras media
Ø  Kontras media adalah suatu bahan atau media yang dimasukkan kedalam tubuh pasien untuk membantu pemeriksaan radografi, sehingga media yang dimasukkan tampak lebih radioopaque atau lebih radiolucent pada organ tubuh yang akan diperiksa.
Ø  Bahan Kontras merupakan senyawa-senyawa yang digunakan untuk meningkatkan visualisasi (visibility) struktur-struktur internal pada sebuah pencitraan diagnostic medik. Bahan kontras dipakai pada pencitraan dengan sinar-X untuk meningkatkan daya attenuasi sinar-X (Bahan kontras positif) atau menurunkan daya attenuasi sinar-X (bahan kontras negative dengan bahan dasar udara atau gas). Ada berbagai macam jenis kontras tergantung dari muatannya, cara pemberian dan lain sebagainya.

2.    Fungsi kontras media
Kontras media digunakan untuk membedakan jaringan-jaringan yang tidak dapat terlihat dalam radiografi. Selain itu kontras media juga untuk memperlihatkan bentuk anatomi dari organ atau bagian tubuh yang diperiksa serta untuk memperlihatkan fungsi organ yang diperiksa.
Secara terperinci fungsi dari kontras media adalah:
a.    Visualisasi saluran kemih ( ginjal, vesika dan saluran kemih)
b.    Visualisasi pembuluh darah (anggota badan, otak, jantung, ginjal)
c.    Visualisasi saluran empedu ( kandung empedu dan saluran empedu )
d.    Visualisasi saluran cerna ( lambung dan usus )

3.    Alasan penggunaan kontras
Ø  Alasan penggunaan kontras media pada pemeriksaan radiografi adalah karena organ-organ yang diperiksa seperti pembuluh darah, organ saluran kemih, organ saluran cerna,dan saluran empedu tidak terlihat jika tidak mengunakan kontras media. Untuk itu diperlukan kontras media sehingga organ yang dimasukkan tampak lebih radioopaque atau lebih radiolucent pada organ tubuh yang akan diperiksa.

4.    Jenis-jenis kontras media berikut contohnya
a.    Jenis-jenis kontras media
Ø  Kontras media negatif (mempunyai nomor atom rendah)
-       Udara
-       CO2
-       Gas lainnya
Ø  Kontras media positif ( mempunyai nomor atom tinggi )

-       Barium sulfat
Bahan kontras barium sulfat, berbentuk bubuk putih yang tidak larut. Bubuk ini dicampur dengan air dan beberapa komponen tambahan lainnya untuk membuat campuran bahan kontras. Bahan ini umumnya hanya digunakan pada saluran pencernaan; biasanya ditelan atau diberikan sebagai enema. Setelah pemeriksaan, bahan ini akan keluar dari tubuh bersama dengan feces.

-       Golongan larut dalam air ( water soluble )
Bahan Kontras Ionik
Ion-ion penyusun media kontras terdiri dari kation (ion bermuatan positif) dan anion (ion bermuatan negatif). Kation terikat pada asam radikal (-COO-) rantai C1 cincin benzena. Kation juga memberikan karakteristik media kontras, dimana setiap jenis memberikan karakteristik yang berbeda satu sama lain. Ada beberapa macam kation yang digunakan dalam media kontras,
(1). Bahan Kontras Ionik Monomer
Bahan Kontras ionik manomer merupakan bentuk bahan kontras ionik yang memiliki satu buah cincin asam benzoat dalam satu molekul
[bk2.JPG] 
[bk3.JPG]
[bk4.JPG] 

(2). Bahan Kontras Ionik dimer
Merupakan media kontras ionik yang memiliki dua buah cincin asam benzoat dalam satu molekul. Salah satu contoh bentuk dan susunan kimia jenis bahan kontras ini adalah Ioxaglate (Hexabrix) yang merupakan media kontras ionik dimer pertama dibuat ;

[bk5.JPG]  
Bahan Kontras Non-ionik.
Dua dalam susunan kimia media kontras non-ionik sudah tidak dijumpai lagi adanya ikatan ion antar atom penyusun molekul. Kalau dalam media kontras ionik terdapat dua partikel penyususn molekul (kation dan anion) maka dalam bahan kontras non-ionik hanya ada satu partikel penyusun molekul sehingga memiliki karakteristik tersendiri.
1). Bahan kontras Non-ionik Monomer
Bahan kontras ini berasal dari media kontras ionik monomer yang dibentuk dengan mengganti gugus karboksil oleh gugus radikal non-ionik yaitu amida (-CONH2).
Contoh kontras media Non-ionik Manomer :
- Iopamidol
- Iohexol
- Iopromide
- Ioversol
- Iopentol
2). Bahan Kontras Non-ionik Dimer
Pembentukan struktur kimia bahan kontras ini melalui proses penggantian pada gugus karboksil media kontras ionik dimer juga oleh gugus radikal non-ionik, yang pada kahir sisntesa menghasilkan perbandingan iodium terhadap partikel media kontras
  [bk6.JPG]  
Tabel. Bahan kontras iodium yang umum digunakan
Golongan tidak larut dalam air ( oil soluble )

-       Vehikel berupa minyak tumbuhan (poppy-seed, sesame-seed)
-       Digunakan untuk arthrografi, histerosalpingografi, limfografi, fistulografi, mielografi
-       Kekurangan:
o   Eliminasi sangat lamat, dalam tubuh untuk waktu lama
o   Dapat mengakibatkan peradangan menings (mielografi)
o   Dapat mengakibatkan emboli pulmoner (limfografi)
-       Harus segera dihilangkan setelah tindakan diagnostik selesai dilakukan.


1.    Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan kontras, berikut pengaruhnya
Ø  Osmolalitas
Konsentrasi molekul yang secara aktif memberikan tekanan osmotik larutan, sehingga memberikan kemampuan suatu pelarut (air) melewati suatu membran. Dapat dinyatakan dengan milliosmol per liter (osmolaritas) atau milliosmol per kilogram Air (H2O) pada suhu 37°C (Osmolalitas).Osmolalitas tidak dipengaruhi oleh ukuran partikel namun nilainya tergantung dari ; Jumlah partikel dan konsentrasi iodium. Bahan kontras ionik memiliki jumlah partikel lebih besar daripada bahan kontras non-ionik karena dalam media kontras ionik terdapat dua partikel (kation dan anion) sehingga osmolalitas dua kali lebih besar. Osmolalitas berpengaruh terhadap toleransi kontras media pada tubuh. Makin tinggi tekanan osmotik , maka makin buruk toleransi kontras media tersebut terhadap tubuh.
Ø Protein Binding
Adalah daya ikat suatu bahan terhadap jaringan atau sel tubuh (protein). Bertambah tinggi protein binding, maka bertambah tinggi chemotoxisity bahan tersebut terhadap tubuh atau sebaliknya.
Ø Lipophylisity
Adalah kelarutan bahan dalam larutan organik seperti lemak ( lipid ), bertambah tinggi lipophylisity maka bertambah tinggi kemungkinan terjadi reaksi bahan kontras media atau sebaliknya
Ø Viscosity ( kekentalan )
Diukur dengan tingkat mengalirnya melalui tabung kapiler kecil dalam standar tekanan dan temperatur yang ditentukan. Hal ini berhubungan dengan kekuatan yang diperlukan untuk penyuntikan yang membatasi tingkat kecepatan penyuntikan. Pada katerisasi diperlukan penyuntikan cepat dibandingkan biasanya, sehingga kontras media yang dipilih adalah yang paling rendah viscositynya.
Viscosity dapat dikurangi dengan merendahkan tingkat konsentrasi iodium, dan tentu akan berpengaruh pada opasitas gambar. Dapat juga kontras media dipanaskan pada temperatur tertentu untuk mengurangi viscosity.
       Satuan:
-       mPa det (mPa s atau mili Pascal detik) atau cP (centi Poise)
-       Air : 1 cP
-       Darah       : 4-4,5 cP
       Dipengaruhi:
-       Temperatur (T °C) à peningkatan atau penurunan T àviskositas 
-       Konsentrasi CM (c) atau yodium (ciodine)
-       Jumlah partikel (n)
-       Ukuran partikel (r) à struktur asam & campuran garam (Na/Meglumine)
-       Tekanan antar molekul à peningkatan viskositas

2.    Penyimpanan kontras media